Langsung ke konten utama

Postingan

Sesuatu yang Datang tiap Tahun

Hari ini senen 22 mei 2017 sesuatu di tubuhku yang terjadi setiap setahun sekali sedang beraksi kembali. Malam yang aku rasakan terasa lebih panas dan pengap. Sepeerti waktu-waktu sebelumya, tubuhku menjadi memerah dan terasa lebih dari kata hangat alias panas di campur dengan gatal-gatal.   Saya ingat ketika masih kecil dulu, ketika masih di kampung. Penyakit ini bukan bawaan dari lahir, sebab yang aku ingat waktu itu ketika saya masih SD sekitar tujuh tahunan. Waktu itu di kampung, dimana kampungku berada di daerah pegunungan yang menjadikan udara di sana cukup dingin di malam hari. Tepatnya di rumahku sendiri,terjadi di tengah malam ketika aku tertidur dalam lelap malam, tiba-tiba ruangan mengalami perubahan suhu udara dari kondisi dingin berganti panas alias pengap   yang perlahan membuat tubuhku menjadi ikut panas. Hal itu juga membuat tidur nyenyaku jadi terbangun karena tak tahan lagi dengan kondisi yang ada, rasa panas di tubuhku dan gatal yang menjalar ke sel...

Balon Jingga

 Ketika itu aku menemukan sebuah  puisi tentang balon jingga. Aku teriingart tentang sahabatku, si makluk yang menyebalkan.  Sebuah langit cerah dengan awan-awan putih bergumpal-gumpal di birunya langit.  Puisi itu berbunyi: Aku bermimpi tentang kita semalam Bersama kita di taman ria Melepas balon udara jingga tak bertuan Dengan gembira kita tiupkan gelebung-gelembung udara untuk mengantar kepergianya Namun, apa maksud kepergian balon udara jingga itu kita tak tahu Aku juga tak tahu kenapa jingga segembira itu melepas kepergianya Mungkinkah ia membawa serta kepedihan masing-masing dari kita? Aku tak tahu Tapi aku tahu aku ingat satu hal Kau menggunakan baju berwarna senada dengan sang balon udara Apakah itu artinya sang balon udara belum sepenuhnya membawa kepedihan hatimu 050908 Puisi tak bertuan Puisi dalam buku karya Edi Warsadi.  Selepas itu aku antara sadar dan tidak sadar, melepaskan diriku dalam sebuah lingkaran waktu, l...

Si Makhluk Coklat di Atap Hutan

  Orang aneh yang terkadang suka labil tapi menurutku itu bukan labil, psikolog bilang bipolar. Aku merasa seperti bahwa emosiku memiliki raga tersendiri namun masih merasuk juga dalam diriku. Saya bisa bahagia luar biasa dan tiba-tiba depresi menghampiri begitu saja menguasai pikiran ini. sesuatu bermunculan di kepalaku,  bertanya pada diri sendiri,   masih pantaskah orang sepertiku hidup dan punya teman?, atau apakah saya berada di tempat yang tidak semestinya?  Saya sering menyesali apa yang telah terjadi atau apa yanag telah saya ucapkan pada teman-temanku, alasanya adalah aku merasa bahwa mereka menjadi korban atas emosi saya. Memilih untuk tidak punya teman mungkin lebih baik agar mereka tidak menjadi sasaran atas bipolarku ini. Menggodog apa yang menjadi beban pikiran saya sendirian tanpa melibatkan orang lain, mengaduknya terus menerus walau aku tau seberapa kemampuan saya untuk menangani semua itu.  Hal yang sering a ku takutkan adalah sang...