Langsung ke konten utama

Sesuatu yang Datang tiap Tahun



Hari ini senen 22 mei 2017 sesuatu di tubuhku yang terjadi setiap setahun sekali sedang beraksi kembali. Malam yang aku rasakan terasa lebih panas dan pengap. Sepeerti waktu-waktu sebelumya, tubuhku menjadi memerah dan terasa lebih dari kata hangat alias panas di campur dengan gatal-gatal.
 Saya ingat ketika masih kecil dulu, ketika masih di kampung. Penyakit ini bukan bawaan dari lahir, sebab yang aku ingat waktu itu ketika saya masih SD sekitar tujuh tahunan. Waktu itu di kampung, dimana kampungku berada di daerah pegunungan yang menjadikan udara di sana cukup dingin di malam hari. Tepatnya di rumahku sendiri,terjadi di tengah malam ketika aku tertidur dalam lelap malam, tiba-tiba ruangan mengalami perubahan suhu udara dari kondisi dingin berganti panas alias pengap  yang perlahan membuat tubuhku menjadi ikut panas. Hal itu juga membuat tidur nyenyaku jadi terbangun karena tak tahan lagi dengan kondisi yang ada, rasa panas di tubuhku dan gatal yang menjalar ke selluruh tubuh yang membuatku terasa terkena ulat bulu. Kulitku terasa panas memerah dan membengkak persis seperti sengatan ulat bulu yangnampak pori-pori kulit menjadi terlihat lebih besar terutama lubang rambut di lengan tangan dan kaki. Ketika kejadian itu terjadi aku yang meronta-ronta kepanasan bak cacing yang tersuak ke permukaan dan terkena sinar matahari aku menggelinjang tak karuan. Orangtuaku tak bisa berbuat banyak selain hanya bisa mengolesi tubuhku dengan minyak kayu putih dan menemaniku bergadang menanti datangnya udara dingin yang baru. Dan ketika udara dingin mulai datang rasa panas dan gating di kulitku mulai mereda walau bentol-bentol memar masih terasa nyut-nyutan namun udara dingin perlahan membuatku menjadi lebih terasa tenang kembali, hal itu membuat ibuku merasa tenang kembali dan bisa kembali tidur dan begitupun aku.

 Hingga pagi menjelang, rasa gatal yang semalam terjadi itu benar-benar hilang, bentol-bentol merah dan pori-pori kulit yang nampak membesar kini kembali seperti semula tanpa meninggalkan jejak sedikitpun seperti semalam tak pernah terjadi apa-apa. Bagai mimpi saja datang hanya membekas pada ingatan tanpa ada tanda bukti fisik.
 Kegiatan tahunan itu selalu datang, dan walaupun tak pernnah pasti kapan terjadi dan pada bulan apa namun satu yang pasti, itu akan datang setiap tahun sekali. Aku kadang berpikir apakah ini karena alergi atau kelainan dalam diriku yang jelas aku tak pernah mencoba memeriksanya, karena hal itu seringnya terjadi di malam hari, tengah malam yang tempat pengobatan seperti dokter sudah tutup. Tapi orangtuaku pernah mengatakan bahwa ketika saya masih kecil sekitar umur satu tahunan, saya di bawa dari kampung ke Jakarta dan ketika berada di Jakarta itulah keringat buntas kata ibuku menguasai kulitku dan ibuku berkata udara kota Jakarta yang panas dan pengap tidak cocok untuku. Sejak saat itu saya di bawa kembali ke kampung dan menetap sampai aku usia dewasa.
 Kini karena kebutuhan yang mendesak, suatu keadaan ekonomi yang menjepit aku sebagai anak yang paling besar harus punya [peran untuk memberi pemasukan keluarga. Dimana di kampung juga sangat susah untuk dapat penghasilan terutama orang sepertiku yang introvert dan tidak mudah cocok dengan orang-orang di sekitar. Akhirnya aku memutuskan untuk berangkat ke Jakarta usai lulus SMP.
 Saya ingat cerita ibuku, bahwa ketika aku masih umur satu tahunan udara Jakarta membuaku di kuasai keringat buntuas dan itu tidak cocok untuk kehidupanku kelak nanti. Namun karena kebutuhan yang sangat kota Jakarta menjadi pilihan satu-satunya sebagai tempat mencari nafkah bagiku selai karna sebagai kota yang padat dan banyak peluang pekerjaan juga banyak kenalan saudara yang mau menyalurkanku ke tempat kerja. 

 Benar udara Jakarta memang tak cocok bagiku, penyskit tshunsn yang aku alami datang seperti biasa. Saat udara Jakarta yang panas dan pengap, tubuhku benar-benar di kuasai oleh udara Jakarta yang buruk.
  Namun hari ini tepat tanggal 21 hari senin tepanya kejadian pada hari minggu malamnya ketika saya berada di jatinegara yang mana kontrakanku yang lama di sana. Karena saya sudah punya pekerjaan yang baru yang berada di kemanggisan saya memutuskan untuk pindah konterakan saja. Dan sepulang dari jatinegara udara di kamar kontrakan baru itu terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya. Udara terasa lebih panas dan pengap tapi katanya bukan hanya aku yang merasakan tapi ada temanku yang berkata demikian di sosmed sampai grup chat juga sangat ramai. Seperti sebelum-sebelumnya ketika udara tak cocok lagi denganku tubuhku akan tarasa lebih panas dan pengap juga punya peran yang jelas yang membuat kulitku jadi berubah lebih panas dan gatal. Yang berbeda kali ini adalah kejadianya bukan hanya cukup satu malam tapi sampai dua hari ini gatal-gatal dan panas di kulitku masih terjadi bahkan siangpun taka da bedanya menjadi seperti malam, garuk-garuk memarmemar di kulitku yang nampak seperti sengatan ulat bulu dan di siang hari itu terlihat lebih jelas.
 Aku percaya kualitas udara yang aku hirup punya peran penting dalam tubuhku terutama terlihat dari aktifitas kulitku. Kondisi kamar yang terbilang cukup kecil dengan kipas angina gantung yang kadang tak ada rasanya jika sedang kumat. Udara panas nampak memuaikan benda-benda sekitar, seperti kaca jedela yang agak seret ketika di buka atau di tutup. Kabel tembaga yang tidak berkualitas yang tersambung untuk alat elektronik seperti kipas angina, terminal kuningan dan ricecooker. Sore itu dengan komndisiku yang sedang kepanasan dan kulitku yang panas di campur gatal, ketika aku pulang kerja ketika aku sedang akan menyolokan kabel listrik ke terminal tiba-tiba saja terjadi korsleting listrik, sebuah kabel tembaga untuk kipas angina terputus. Dan akhirnya saya harus menyambungnya sendiri dengan kondisiku yang terpaksa. Dan ketika aku sedang tiduran, pintu lemari yang terbuat dari kayu juga sering terbuka sendiri, aku yakin lemari kayu itu mengalami pemuaian juga yang membuat pintu lemari itu agak sulit untuk ditutup bahkan menjadi tampak tak sempurna ketika pintu itu di tutup.
 Kebenaranya adalah kondisi darahku juga mengalami hal yang sama, pemuaian yang tidak sesuai. Selai karna panas dan pengap udara yang tidak berkualitas itu, kondisi darah juga di pengaruhi oleh seberapa bagus kualitas udaranya. Kadang udara yang bagus bukan sekedar di butuhkan oleh paru-paru saja untuk bernafas lebih baik tapi kandungan oksigen di udara yang terhirup ke paru-paru sangat penting nantinya ketika di dalam paru-paru untuk di transfer bersama aliran darh. Aku yakin, kandungan oksigen yang kurang dalam udara itu yang mempengaruhi katifitas pergerakan darahku yang mana, mungkin darhku memiliki kelainan, kemampuanya untuk bergerak bersama unsur udara yang tidak sesuai akan membuat darah memjadi tidak stabil alias menjadi dalam kondisi berubah menyimpang fungsi atau kelainan itu membuat darah menjadi panas dan mempengaruhi kondisi kulit. Akibatnya gatas gatal dan kulit terasa lebih panas. Itu hipotesa ilmiah saya yang belum terbukti secara pasti tapi mungkin itu sangat masuk akal karena dari teori-teori sebelumnya oksigen itu punya peran penting dalam mengoptimalkan fungsi jatung yang mana jantung adalah alat pemompa darah, dan darah mengalir bersama oksigen alias diperlukan udara yang baik.
 Ah tapi ini masih belum selesai juga, entah sampai beberapa hari aku akan mengalami penyakit tahunan ini. Yang kali ini terasa tidak jelas dan lebih lama. Saya berharap hal ini akan segera cepat selesai agar aktifitas harian saya juga menjadi lancar dan tidak terganggu


Komentar

Postingan populer dari blog ini

kerikil & ranting

KERIKIL & RANTING Katamu, kau suruh aku bertanya pada kerikil atau ranting patah yang jatuh di tanah, bahwa    mungkin saja mereka bisa jadi punya pesan yang disembunyikan Aku turuti perintahmu untuk menanyakan pada mereka, Kerikil mengatakan ingin terlempar ke dasar danau terdalam supaya tak jadi alasan terjatuhnya seseorang Sementara rantingpun demikian, mengharapkan dahan yang menjadikannya kuat Tapi kau bilang kerikilmu    berkata lain. Katanya,    biarlah terlihat seperti adanya, kerikil tak berguna, kerikil yang belapis debu. Memang kadang ia ingin menceburkan diri ke danau tapi hal itu ia patahkan kembali bahwa akan ada seseorang yang menyadari dia bukan kerikil biasa, dia hanya perlu dimengerti oleh orang yang mengerti yang akan mampu membuat kerikil berdebu itu menjadi batu kecil yang berkilau luar biasa. Dan ranting-rantingmu selalu berkecit padamu, pesan-pesan yang jelas bahwa ada begitu banyak hal yang tidak say...

gadis pukul empat

Gadis Pukul Empat   Raut wajahnya tak seceria ketika di stasiun sore itu, tidak juga bergaun merah dengan setelan muslimahnya yang membuat teduh kala aku memandanginya. Teduhnya kini menjadi muram menyimpan sibak penuh tanya rahasia, sebelumnya bagai bunga pukul empat yang mekar di sore yang teduh,damai penuh keceriaan, kini soremu seperti malam di tengah gelap gulita, sunyi senyap. Walau akhirnya aku menyadari bahwa kau bukan si gadis sore itu, aku tetap mengagumimu walau kita dibatasi alam yang berbeda. Aku juga yakin bahwa hadirmu menemuiku tidak akan membawaku pada keburukan yang mencelakakanku.              Di sebuah stasiun yang ramai oleh para pengunjung, hilir mudik di peron-peron, di tangga eskalator, di pintu get in get out . Desir keras suara mesin kereta yang berlalu lalang, keras suara petugas kereta di pengeras suara, para petugas penjaga peron dengan seragam dongkernya bertopi putih sibuk den...

Si Makhluk Coklat di Atap Hutan

  Orang aneh yang terkadang suka labil tapi menurutku itu bukan labil, psikolog bilang bipolar. Aku merasa seperti bahwa emosiku memiliki raga tersendiri namun masih merasuk juga dalam diriku. Saya bisa bahagia luar biasa dan tiba-tiba depresi menghampiri begitu saja menguasai pikiran ini. sesuatu bermunculan di kepalaku,  bertanya pada diri sendiri,   masih pantaskah orang sepertiku hidup dan punya teman?, atau apakah saya berada di tempat yang tidak semestinya?  Saya sering menyesali apa yang telah terjadi atau apa yanag telah saya ucapkan pada teman-temanku, alasanya adalah aku merasa bahwa mereka menjadi korban atas emosi saya. Memilih untuk tidak punya teman mungkin lebih baik agar mereka tidak menjadi sasaran atas bipolarku ini. Menggodog apa yang menjadi beban pikiran saya sendirian tanpa melibatkan orang lain, mengaduknya terus menerus walau aku tau seberapa kemampuan saya untuk menangani semua itu.  Hal yang sering a ku takutkan adalah sang...