Langsung ke konten utama

sambung genting, sang mahkota hitam


#7Dn1



Sambung Genting Sang Mahkota Hitam
(karya Doni Widodo)



Aku tahu engkau bukan orang yang sempurna untuk dimintai segalanya
Engkau juga manusia yang tak luput dari kekurangan
Tapi saya sangat bersyukur atas apa yang telah saya dapatkan darimu
Saya sadar, sudah terlalu lama mengundur-undur waktu yang menjadi tujuan saya kali pertama datang ke tempat belajar ini
Merasa terjebak dalam waktu karena keadaan membelengguku
Berklai-kali aku mencoba berontak namun aku merasa tak pernah brhasil atas apa yang saya lakukan
Sekarang saya merasa lebih dari kata cukup untuk yakin
Berdiri sendiri dan melangkahkan kakiku di jalan setapak sepi sendiri
Meloncat lebih tinggi tak perduli akan apa yang mungkin bakal terjadi
Terjatuh itu mungkin pasti dan sudah mengalami beribu kali
Sudahh cukup sering mengalami hidup dalam keterpurukan ketidakpastian
Saya yakin bahwa tindakan apapun yang saya ambil sekarang adalah ketegasan diri saya atas keyakinanku akan tujuan tujuan yang sebenarnya
Saya tidak takut menanggung resiko yang bakal nanti terjadi.
Ingatkah saat anda menepuk pundaku?
Saya merasakan sebuah kekuatan dalam pundak saya telah sedikit terbangunkan
Seperti sedikit terkena aliran listrik sebuah suntikan energy
Saya yakin sayap rapuh yang merekat dan gersang di pundak ini akan kembali merekah
Akan menerbangkanku kembali nanti kemana aku mau
Saya juga yakin bahwa semua orang bisa membangunkan kekuatan mereka yang tertidur di dalam tubuh mereka.
Kali ini saya tidak ingin terombang-ambingkan oleh mulut-mulut burung pelican canti yang mengoceh
Lentera pena yang anda sematkan dalam pundak ini sudah sangat membuatku yakin akan langkahku
Kegalauan gelap yang dulu sering mendera akan padam oleh lentera pena kacil ini
Lentera yang akan mampu menemaniku dalam perjalanan untuk menuju istana impianku
Saya senang bisa bertemu dengan seorang yang berwibawa dengan mahkota hitam bermata batu safir biru dan mearah delima
Saya tidak takut berdiri di kotak yang berbeda sendiri
Saya sudah yakin untuk mendobrak semua sekat-sekat kotak yang menghalangiku menuju labirin lain 
Terimakasih untuk semuanya, hari essok kita akan bertemu di istana.

 Untuk seorang guru luar biasa yang menolongku dalam kegentingan pikiran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kerikil & ranting

KERIKIL & RANTING Katamu, kau suruh aku bertanya pada kerikil atau ranting patah yang jatuh di tanah, bahwa    mungkin saja mereka bisa jadi punya pesan yang disembunyikan Aku turuti perintahmu untuk menanyakan pada mereka, Kerikil mengatakan ingin terlempar ke dasar danau terdalam supaya tak jadi alasan terjatuhnya seseorang Sementara rantingpun demikian, mengharapkan dahan yang menjadikannya kuat Tapi kau bilang kerikilmu    berkata lain. Katanya,    biarlah terlihat seperti adanya, kerikil tak berguna, kerikil yang belapis debu. Memang kadang ia ingin menceburkan diri ke danau tapi hal itu ia patahkan kembali bahwa akan ada seseorang yang menyadari dia bukan kerikil biasa, dia hanya perlu dimengerti oleh orang yang mengerti yang akan mampu membuat kerikil berdebu itu menjadi batu kecil yang berkilau luar biasa. Dan ranting-rantingmu selalu berkecit padamu, pesan-pesan yang jelas bahwa ada begitu banyak hal yang tidak say...

gadis pukul empat

Gadis Pukul Empat   Raut wajahnya tak seceria ketika di stasiun sore itu, tidak juga bergaun merah dengan setelan muslimahnya yang membuat teduh kala aku memandanginya. Teduhnya kini menjadi muram menyimpan sibak penuh tanya rahasia, sebelumnya bagai bunga pukul empat yang mekar di sore yang teduh,damai penuh keceriaan, kini soremu seperti malam di tengah gelap gulita, sunyi senyap. Walau akhirnya aku menyadari bahwa kau bukan si gadis sore itu, aku tetap mengagumimu walau kita dibatasi alam yang berbeda. Aku juga yakin bahwa hadirmu menemuiku tidak akan membawaku pada keburukan yang mencelakakanku.              Di sebuah stasiun yang ramai oleh para pengunjung, hilir mudik di peron-peron, di tangga eskalator, di pintu get in get out . Desir keras suara mesin kereta yang berlalu lalang, keras suara petugas kereta di pengeras suara, para petugas penjaga peron dengan seragam dongkernya bertopi putih sibuk den...

Si Makhluk Coklat di Atap Hutan

  Orang aneh yang terkadang suka labil tapi menurutku itu bukan labil, psikolog bilang bipolar. Aku merasa seperti bahwa emosiku memiliki raga tersendiri namun masih merasuk juga dalam diriku. Saya bisa bahagia luar biasa dan tiba-tiba depresi menghampiri begitu saja menguasai pikiran ini. sesuatu bermunculan di kepalaku,  bertanya pada diri sendiri,   masih pantaskah orang sepertiku hidup dan punya teman?, atau apakah saya berada di tempat yang tidak semestinya?  Saya sering menyesali apa yang telah terjadi atau apa yanag telah saya ucapkan pada teman-temanku, alasanya adalah aku merasa bahwa mereka menjadi korban atas emosi saya. Memilih untuk tidak punya teman mungkin lebih baik agar mereka tidak menjadi sasaran atas bipolarku ini. Menggodog apa yang menjadi beban pikiran saya sendirian tanpa melibatkan orang lain, mengaduknya terus menerus walau aku tau seberapa kemampuan saya untuk menangani semua itu.  Hal yang sering a ku takutkan adalah sang...